Menulis Artikel Harus Tepat dan Tidak Bias, Unisnu Adakan Academic Writing

Menulis Artikel Harus Tepat dan Tidak Bias, Unisnu Adakan Academic Writing

Dalam rangka peningkatan publikasi artikel bagi dosen di jurnal Internasional bereputasi,UPT Pengembangan Bahasa Unisnu menyelenggarakan Workshop Academic Writing for Unisnu Lecturers secara Hybrid.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Seminar Gedung Pascasarjana Lt. 1 (10/3-2022) tersebut menghadirkan narasumber Dr. Umi Rachmawati, Kepala UPT Bahasa, Universitas Muhammadiyah Magelang. Sedangkan moderator Aliva Rosdiana, S.S., M.Pd.

Wakil Rektor 1 Unisnu Dr. H Mahalli, M.Pd. mewakili Rektor Unisnu menyampaikan apresiasinya kepada UPT Pengembangan Bahasa Unisnu yang telah menginisiasi dan memfasilitasi dosen dalam peningkatan kompetensinya di Academic Writing.

Menurutnya, academic writing merupakan karya akademik yang kualitasnya dapat dipertanggungjawabkan. “Harapannya setelah kegiatan ini, banyak tulisan artikel dosen masuk pada publikasi jurnal internasional bereputasi,” ujarnya.

Sementara Kepala UPT Pengembangan Bahasa Unisnu Aprilia Riyana Putri, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program UPT Pengembangan Bahasa Unisnu. “Kegiatan ini merupakan program gabungan bersama dengan kegiatan Conversation Course bagi dosen Unisnu. Harapannya ada praktek menulis bagi dosen mengimbangi kegiatan presentasi dalam Conversation Course.

Ada perbedaan utama antara academic writing dengan normal writing. Academic writing lebih panjang tulisannya dan lebih sulit. Dan paling penting, tulisan kita harus precise and unbiased (tepat dan tidak bias). “Supaya tidak bias maka tulisan harus precise dan tidak membingungkan,” tegasnya.

Publikasi artikel jurnal merupakan salah satu persyaratan dalam pengembangan karir dosen untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. “Namun faktor kendala bagi beberapa dosen untuk bisa lolos dalam jurnal internasional bereputasi adalah belum mengetahui dan memahami teknik penulisannya,”ujar Aliva Rosdiana, S.S., M.Pd moderator Workshop Academic Writing for Unisnu Lecturers.

Proses menulis meliputi planningoutliningdraftingproofreadingrevising. “Sebelum kita menulis, pastikan kita merencanakan terlebih dahulu fokus apa yang ingin kita tulis. Lalu kita buatkan outline. Lalu kita susun dalam draft penulisan. Setelah jadi, tulisan kita akan baik jika dibaca oleh orang kedua untuk memastikan bahwa tulisan kita bisa dipahami. Terakhir baru memasuki tahap revisi,” terang Umi Rachmawati saat menerangkan tahapan menulis.

Selain itu, menurut Umi Rachmawati, perlu juga memperhatikan aspek plagiarisme. “Ada tiga cara meminimalisir atau menghindari plagiat yaitu melakukan sitasi, meringkas, dan memparafrase,” jelas Umi Rachmawati saat kegiatan praktek menulis.

Judul menempati bagian paling penting selain isi artikel agar artikel lolos publikasi jurnal internasional. “Karena pembaca pasti melihat judul terlebih dahulu. Maka buatlah judul yang menarik yang bukan seperti laporan,” tambah Umi.

Alvaros


Admin Bahasa

Komentar